Kamis, 19 Mei 2011

sponge bob 'unyu-unyu'

bicara spongebob, sumpah.. sukaaaaaaaaaaa banget. karakternya yang selalu ceria, bikin seneng aja.. hee







Minggu, 15 Mei 2011

copy from ilham

Mengutip kata – kata blanchard,2007 : “kita pada akhirnya menjadi dewasa ketika kita sadar bahwa hidup ini adalah apa yang kita berikan bukan apa yang kita ambil”, lalu sudahkah kita memberi apa yang kita punya?.

Hidup ini seperti selembar kertas putih bersih yang s’lalu bertanya : “kau tulis apa aku dengan pena yang kau pegang?”. Kita kadang tak sadar, apa yang sebenarnya telah kita lakukan dalam hidup ini. Berawal dari hari kemarin, dulu bahkan semanjak kita lahir sampai sekarang, seperti apakah lembaran hidup kita?



Ada noda yang bisa terhapus, namun tetaplah berbekas.

Kalau pepatah bilang tiada gading yang tak retak, lalu haruskah hidup ini terus retak menjalar hingga akhirnya patah. Ibarat gajah yang patah gadingnya, hilang pula wibawanya. Beginilah hidup, segelas susu pun hancur dengan sepercik air tuba. Mempertahankan amanah lebih sulit dari pada mendapatkannya. Tuhan, berikan aku jawaban yang kubutuhkan bukan yang ku inginkan!



Hidup ini penuh dengan tanda tanya?

Kalau kata orang, hidup adalah sebuah proses pembelajaran dan pengalaman adalah gurunya. Lalu kepada siapa aku bertanya jika ku melihat masalah yang akan menimpaku? Sedang guru yang kau sebut pengalaman itu tertinggal jauh bersama ingatan yang sesunguhnya ingin ku tinggalkan. Masa silam ku sungguh begitu suram, tak berguna simpelnya. Namun, ku tahu suatu saat dia akan menjadi pegangan. Kutelan sajalah, walaupun terasa pahit. Hidup ini pahit, memang terlampau pahit. Namun, senyuman membuat rasa pahit itu berkurang, semangat membuat rasa itu tak terasa dan intropeksi diri membuatnya hilang rasa.



Hidup adalah perubahan...

Suatu saat kita akan mendapatkan tantangan yang besar namun saat inilah yang menentukan, kita akan menang dengan kebanggaan atau kalah dengan keterpurukan. Ku coba rubah hidupku ini, rintangan membentang, tak sedikit menjerat leher menghadang pandangan. Apalah daya, aku hanya ingin hidup menantang umur yang kian membentang, menembus kabut yang kau sebut masa depan. Aku hanyalah seekor ulat yang berusaha menjadi kupu-kupu.

Jumat, 13 Mei 2011

senyummu vs bola matamu

Bola matamu indah sungguh mempesona
Aku tak tahu arti apa yang ada di balik sinaran bola matamu ketika menatapku
Yang kurasa, keteduhan tiba” mengalir lembut menjalari setiap aliran darahku
Mungkin kau akan menganggapku aneh, karena mengagumi bola matamu sampai aku ingin mencungkilnya menjadi hiasan di meja belajarku
Atau kalau aku tak takut dan merasa ngeri,,
Aku ingin mengawetkan kepalamu saja, karena ku yakin, bola matamu bisa seindah itu karena kesempurnaan wajah yang kau miliki
aku tidak ingat kapan pertama kali aku menyadari indahnya bola matamu itu.
Kini aku sedang berusaha untuk memutar kembali kaset ingatan tentang kita.
Atau lebih tepatnya, saat dimana aku tiba” berpikir bahwa bola matamu begitu indah, dan saat dimana aku tiba” berpikir untuk mengoleksi bola matamu itu dan menjadi hiasan di meja belajarku
Tak banyak kata’ yang ingin kusampaikan untuk ini semua..
Aku hanya ingin jujur, bahwa aku hanya mengagumi bola matamu, tak lebih.
Hmm, mungkin, sekarang aku mulai berpikir bahwa aku juga mengagumi sesuatu yang memiliki lengkungan indah di bagian bawah wajahmu, aku rasa itu adalah senyum termanis yang pernah kulihat.
Mungkin agak sedikit berlebihan, tapi itulah yang ingin kusampaikan sebelum aku tak sempat mengutarakan apa-apa.
Kini aku mulai bingung, tak bisa menentukan apa yang sebernarnya kusuka darimu,,
Bola matamu kah?
Atau lengkungan indah di wajahmu?
Ataukah dua” nya?
Hmm...
Aku tak ingin lebih lagi mengagumimu,, aku tak ingin terperangkap dalam khayal kekagumanku pada dirimu, karena itu bagaikan bunga tidur yang akan sirna di saat ku terbangun. Terbangun dan menyadari bahwa itu hanyalah sebuah perasaan yang kusugestikan sendiri. Tak berasal dari dasar, bahkan akan berakhir ketika kutersadar.

12 Mei 2011

Rabu, 11 Mei 2011

bola mata itu

Bola mata itu bak butiran permata yang berkilauan
Tak kutemui kesedihan terselip sedikitpun di sudut itu
Hanya keteduhan yang membuatku ingin lelap tertidur
Meneduhkan hati dan jiwa
Hmm..
Sungguh menyejukkan
Ingin kucungkil bola matamu agar dapat kupandangi setiap waktu
Akh... aku seperti gila tiap kali kulihat bola matamu
Aku jatuh cinta padamu
Aku jatuh cinta pada bola matamu

Sabtu, 07 Mei 2011

Buatmu di Negeri Timur

Buatmu di Negeri Timur

Aku tak tahu pasti sudah berapa lama kita tak berhubungan,
bahkan hanya sekedar menanyakan kabar
Namun, setiap hari, ada saat dimana aku tiba- tiba teringat padamu.
Aku tak tahu pasti, apa yang membuat air mataku meleleh, dadaku terasa sesak,
dan seketika itu pula aku ingin berlari menuju mu di timur sana,
hanya untuk melihat senyummu yang mengembang.
Aku rasa, itu akan menjadi obat tidur lelapku untuk beberapa bulan ke depan